Kenapa Baju Habis Naik Gunung Baunya Awet Banget? Ternyata Ini Biangnya

Minggu sore kamu baru sampai rumah setelah dua hari di gunung. Kaki pegal, badan cuma pengin rebahan, jadi carrier ditaruh di pojok kamar dan urusan bongkar tas ditunda ke "nanti aja".

Dua hari kemudian resletingnya dibuka, dan baunya langsung menyerang. Kaus yang dipakai summit, kaus kaki yang sempat basah kena embun, buff yang dipakai menutup hidung di jalur berdebu, semuanya bau apek yang sama. Sudah dicuci pun, baunya kadang masih samar tercium waktu kausnya kena keringat lagi. Kenapa bisa begitu?

Biang baunya ada di bakteri

Keringat yang baru keluar dari kulit sebenarnya hampir tidak berbau. Bau muncul setelah bakteri di kulit dan di kain mengurai keringat itu menjadi senyawa yang menyengat. Selama mendaki, bajumu basah keringat berjam-jam, lalu disimpan di dalam tas yang tertutup. Hangat dan lembap seperti itu adalah kondisi yang disukai bakteri untuk berkembang biak.

Bahan kain ikut menentukan. Tim peneliti dari Universitas Ghent di Belgia membandingkan kaus katun dan kaus poliester yang dipakai olahraga. Hasilnya, kaus poliester tercium lebih menyengat dan ditumbuhi bakteri micrococcus yang hampir tidak ditemukan di kaus katun (Callewaert dkk., 2014). Kaus quick dry yang jadi andalan banyak pendaki umumnya berbahan poliester, jadi wajar kalau kaus itulah yang paling susah dihilangkan baunya.

Makin lama ditunda, makin susah hilang

Setiap jam baju kotor dibiarkan di dalam tas, bakteri punya waktu lebih lama untuk berkembang. Kalau tasnya lembap, jamur juga bisa ikut tumbuh dan meninggalkan bercak serta bau khas lemari lembap. Bau yang sudah meresap ke serat kain biasanya perlu direndam, dicuci ulang, lalu dijemur sampai benar-benar kering.

Cara supaya bau gunung tidak ikut pulang

  1. Siapkan kantong khusus baju kotor dan pisahkan baju basah dari baju bersih sejak di tenda. Kantong plastik atau dry bag kecil sudah cukup.
  2. Keluarkan baju kotor dari carrier begitu sampai rumah, jangan tunggu besok.
  3. Kalau belum sempat mencuci, jemur dulu sampai kering. Baju kering lebih lambat bau daripada baju lembap yang terlipat.
  4. Kaus poliester sebaiknya dicuci paling dulu karena bahan inilah yang paling mudah menyimpan bau.
  5. Untuk jaket waterproof, sleeping bag, dan sepatu, ikuti label perawatannya karena bahan seperti ini biasanya punya cara cuci sendiri.

Kalau badan masih remuk

Teorinya gampang, praktiknya yang berat. Habis turun gunung, tenaga sering sudah habis bahkan untuk mengangkat ember. Daripada carrier jadi sarang bau sampai akhir pekan berikutnya, cucian bisa diserahkan ke orang yang memang kerjanya mencuci.

Buat kamu yang tinggal di sekitar Kalideres, Jakarta Barat, ada laundry kiloan antar-jemput di Tegal Alur bernama Laundry Santuy. Cucian dijemput, dicuci, disetrika, lalu diantar balik, dan ada pilihan express 24 jam kalau kaus favoritmu mau dipakai lagi lusa. Kamu tinggal lanjut rebahan sambil memilih foto summit yang mau diunggah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Tipe Pendaki Pas Pulang Open Trip, Kamu yang Mana?